ShoutMix chat widget

Anda berminat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik di [tutup]

Kamis, 17 Februari 2011

Ramalan Bintang.. Zodiak.. Ramalan Bintang.. Zodiak ??? Mau tahuRamalan Bintang atau Ramalan Zodiak harian kamu. Baca Ramalan Bintang atau Ramalan Zodiak harian kamu disini setiap harinya. Berikut Ramalan Bintang atau Ramalan Zodiak Harian 17 Februari 2011.



ARIES (21 Maret-19 April)





























Hari ini ada tugas besar yang berhasil kamu selesaikan. Saat yang tepat untuk memberikan penghargaan buat dirimu sendiri. Kamu bisa sekedar berjalan-jalan atau membeli barang dengan harga murah tapi cukup besar artinya buatmu.

Kesehatan: Cobalah mulai mengatur pola makan.
Keuangan: Tabungan bertambah.
Asmara: Memasuki masa-masa indah.
Kepribadian: Ketangguhanmu bertahan dalam situasi berat benar-benar patut diacungi jempol. Jangan bosan-bosan untuk menekuni sesuatu yang sudah kamu mulai sampai selesai.

TAURUS (20 April-20 Mei)




























Janganlah kamu gengsi untuk melalukan suatu hal yang manis di depan orang yang suah memperhatikan kamu. Mereka juga berhak mendapat perlakuan menyenangkan darimu. Lagi pula jangan donk kamu menyembunyikan sisi kehalusan hatimu hanya Cuma karena malu.

Kesehatan: Stamina baik.
Keuangan: Jangan boros.
Asmara: Bagaikan musim semi yang banyak berbunga.
Kepribadian: kamu memang sulit dipenagruhi sama orang lain, sampai suatu saat ada orang tepat yang dating padamu, pasti cara pandangmu akan berubah total.
GEMINI (21 Mei-21 Juni)









Teman yang selama ini ngga terlalu dekat denganmu akan membantumu menghadapi persoalan yang cukup sulit dipecahkan. Ternyata selama ini orang yang kamu anggap ngga menyenangkan cukup berhati mulia. Balaslah budi baiknya.

Kesehatan: Badan agak panas.
Keuangan: Naik turun.
Asmara: Kesungguhan hatinya melumerkan pertahananmu.
Kepribadian: Jangan menilai orang dari luarnya saja. Kalau belum kenal, kamu ngga akan tau kelebihan dan kekurangannya kan?!

CANCER (22 Juni-22 Juli)
















Waktu yang baik untuk bersantai bersama keluargamu yang belakangan ini suka kamu lupakan. Kamu bisa mengajak mereka jalan-jalan atau sekedar bergabung dan nonton TV bersama dan menikmati acara kesayangan mereka.

Kesehatan: Perlu lebih banyak istirahat.
Keuangan: Pemasukan bertambah.
Asmara: Romantis.
Kepribadian: Spontanitas ngga selamanya jelek. Ada beberapa hal yang perlu langsung dilakukan tanpa rencana yang matang, sehingga ekspresi diri jadi lebih maksimal.

LEO (23 Juli-22 Agustus)





















Perbedaan pendapat bukan berarti dunia kiamat. Justru dari situ kamu bisa belajar bagaimana menghargai orang lain dan bagaimana meyakinkan argument yang kamu miliki. Manfaatkan masa ini sebagai pendewasan diri.

Kesehatan: Agak lemas.
Keuangan: Cukup boros.
Asmara: Pilihlah dengan pertimbangan yang matang.
Kepribadian: Kurangi sifat manjamu, jangan terlalu banyak menggantungkan keputusan pada orang terdekatmu. Lama-lama mereka bisa bete dengan sikapmu.



VIRGO (22 Agustus-22 September)

Ada beberapa hal yang bakal hilang dari hidupmu. Kamu akan merasakan sedih sementara, tapi kamu akan cukup cepat bangkit kembali karena sadar betul bahwa untuk sesuatu yang hilang, pasti kamu akan mendapatkan suatu hal lain lagi yang baru.

Kesehatan: Mulailah olahraga teratur.
Keuangan: Mau dapat rejeki.
Asmara: Cinta itu harus seimbang dala, memberi dan menerima.
Kepribadian: Kamu sadarn banget dengan apa yang kamu hadapi. Karena itu cobalah cari hikmah akan peristiwa yang sudah kamu lalui.



LIBRA (23 September-23 Oktober)













Kamu sadar bahwa ngga selamanya yang indah itu benar. Karena sebetulnya penilaian yang tepat itu dating dari hati nurani. Kalau sudah sadar, cepatlah mengambil langkah dan memutuskan untuk jujur sama diri sendiri dan jangan menyakiti orang lain.

Kesehatan: Keluhan sudah berkurang.
Keuangan: Pemasukan harus lebih besar dari pengeluaran
Asmara: Tanda-tanda asmara mulai tampak.
Kepribadian: Ngga ada salahnya kok mempertahankan pendapat, jangan terlalu pasrah sama keadaan. Tapi kamu harus memperhatikan bagaimana menyampaikan ide dengan baik.

SCORPIO (24 Oktober-21 November)




























Kekhawatiran akan hal yang belum kamu capai sering menghantuimu. Tapi dengan menyibukkan diri di berbagai kegiatan kamu bisa mengatasinya. Ingatlah selalu bahwa setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan yang ngga dimiliki orang lain.

Kesehatan: Ngantuk melulu.
Keuangan: Aman.
Asmara: Mencari yang terbaik.
Kepribadian: Isilah waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Jangan kamu hanya termenung kalau saat kamu mersa ngga ada teman. Itu hanya perasaanmu saja kok.






SAGITARIUS (23 November-21 Desember)


























Ternyata banyak juga hal yang harus diselesaikan yang selama ini ngga kamu sadari karena kamu lupa mencatatnya. Ada pihak yang menunggu kepastian janji yang suda pernah kamu buat. Cobalah hubungi dan kasih waktu kapan mau bertemu dengannya.

Kesehatan: Kerjaan banyak, badan jadi pegal-pegal.
Keuangan: Mencoba berhemat.
Asmara: Tidak bertepuk sebelah tangan.
Kepribadian: Kebahagiaan tidak hanya didapat dari apa yang kita raih. Dengan hanya membantu orang lain oun kita bisa merasakan kepuasan hati yang tak ternilai harganya.



CAPRICORN (22 Desember-18 Januari)
























Kedewasaan sudah mulai menghampirimu. Selain sudah mulai memikirkan masa depan, kamu bisa menetapkan target hidup yang harus dicapai, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Jangan sampai kamu lengah lagi jika ada godaan datang.

Kesehatan: Lagi oke.
Keuangan: Tabungan menipis.
Asmara: Cukup memberikan harapan.
Kepribadian: Jangan plin plan kalau sudah menetapkan keputusan. Ngga ada sesuatu yang bakal jadi besar kalau ngga mulai.

AQUARIUS (18 Januari-18 Februari)


Hari ini kamu dipenuhi semangat membara. Setelah kemarin merasa loyo, akhirnya kamu dapat menemukan bahwa sumber semangatmu sesungguhnya saat kamu berada di lingkungan yang nyaman. Makanya, perlakukan teman-teman dengan manis dan jangan suka ngelunjak sama mereka.

Kesehatan: Ngga ada masalah.
Keuangan: Saat tepat untuk menabung
Asmara: Berikan ia kejutan kecil yang manis.
Kepribadian: Mengalah untuk menang harus kamu coba saat kamu menghadapi teman yang mau menjatuhkan kamu dengan cara yang ngga enak. Ntar dia akan meras sendiri akibatnya.



PISCES (18 Februari-20 Maret)

























Ada permusuhan kecil yang bakal kamu hadapi hari ini. Semua ini sebenarnya ada andil dari kamu juga, karena kamu ngga mau berusaha mengerti apa yang orang lain inginkan. Cobalah untuk mendengar dan jangan mengacuhkan orang saat mereka mengemukakan pendapatnya.

Kesehatan: Makanlah makanan dengan gizi seimbang.
Keuangan: Agak menipis.
Asmara: Jangan cepet ngambek donk!
Kepribadian: Keras kepalamu ngga boleh dipelihara. Setelah beberapa kali diingatkan dan mengalami hal yang kurang nyaman, mestinya kamu sadar kalau kamu harus berubah.

.

Tips/Cara Menjaga Hubungan Cinta Dengan Pacar/Kekasih Agar Tidak Putus Cinta

Memiliki pacar yang kita sayangi dan cintai sangat menyenangkan untuk dijalani. Selama masa berpacaran pasti akan ada berbagai masalah yang datang silih berganti. Jika anda berhasil menjalani itu semua, maka kesuksesan anda adalah menikah dengan doi.

Di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu anda lakukan agar hubungan anda tetap menyenangkan dan lancar dengan pacar tercinta sehingga dapat menikahinya :

1. Komunikasi Yang Intensif

Dengan teknologi yang sudah maju anda bisa sering menelpon dan mengirim sms ke dia dengan obrolan yang segar dan tidak membosankan. Usahakan bisa menelfon si dia setiap malam hari dengan tarif yang murah meriah sehingga anda dapat berlama-lama ngobrol dengannya berdua. Jika si doi sudah merasa nyaman dan senang ditelfon maka komunikasi yang anda lakukan dalam kondisi yang baik.

Hindari menanyakan hal yang sama berulang-ulang dan dapat membuat pasangan anda bosan menjawabnya. Jika anda mempunyai sesuatu hal yang menarik dan baru, sampaikanlah. Selain malam hari, jangan ganggu si dia terlalu lama. Cukup dengan telepon sebentar dan beberapa sms segar. Jangan paksakan melakukan komunikasi jika keadaan sedang tidak memungkinkan.

2. Beri Perhatian Lebih

Perlakukan si dia berbeda dan lebih baik dari orang lain. Ketika dia ulang tahun atau event-event tertentu ucapkan selamat dan juga bisa anda beri hadiah. Buatlah seolah-olah dia seorang yang spesial dan anda tidak mau kehilangan dirinya. Jika doi ada masalah, bantulah minimal dengan mendengarkan curhat serta membantu dengan memberi solusi.

3. Ungkapan Cinta Yang Tulus Dan Wajar

Jangan memberi ungkapan gombal yang berlebihan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Ungkapkan cinta anda secukupnya secara wajar tidak dibuat-buat alias maksa. Buat varasi ungkapan cinta anda dengan berbagai metode dan cara agar tidak monoton.

4. Pelajari Sifat Dan Perilaku

Amati dan pelajari apa-apa yang ia sukai dan apa-apa yang tidak disukainya. Jika anda sudah tahu, jangan lakukan hal-hal yang tidak ia sukai dan lakukanlah apa yang ia sukai selama tidak melanggar aturan hukum, norma dan agama serta tidak membebani anda. Hindari hubungan seks di luar nikah untuk menghindari masalah pelik yang dapat muncul. Tolak dengan baik ajakan-ajakan yang berbahaya, karena belum tentu ia akan menikah dengan anda.

5. Jangan Pelit Dan Matre

Ketika sedang pergi berdua jika memungkinkan tanggunglah biaya-biaya pacaran berdua seperti makan, nonton, belanja, jajan, transport, dsb. Jangan maunya dibayari saja tanpa mau mengorbankan sedikitpun uang anda untuk orang yang anda sayangi. Tetapi jika salah satu ada yang sudah bekerja dan yang satunya tidak bekerja, dibayari adalah sesuatu yang wajar.

6. Perjelas Hubungan Ke Depan

Komitmen menikah merupakan sesuatu yang penting dan perlu disepakati yang menunjukkan bahwa anda dan pasangan saling mencintai. Komitmen tersebut bisa diungkapkan di awal maupun setelah lama berhubungan. Semakin jelas hubungan anda dengan dirinya, maka semakin kuat ikatan batin anda dengan si dia. Terlebih lagi jika keluarga kedua belah pihak telah mengetahui serta merestuinya. Berdoalah kepada Tuhan agar anda kelak bahagia bersama pasangan anda.

7. Hubungan Keluarga Yang Baik

Jaga hubungan baik dengan anggota keluarga si dia jangan sampai menimbulkan masalah dan citra yang negatif. Jika ada masalah segera selesaikan secara kekeluargaan bersama pasangan anda. Pernikahan tidak hanya penyatuan seorang laki-laki dengan perempuan, tetapi juga menikahkan kedua keluarga.

8. Jujur Dan Menjadi Diri Sendiri

Jadilah sebagai diri sendiri dan tidak meniru adegan sinetron, novel, film, dan sebagainya. Tanpa berpura-pura menjadi seseorang yang sempurna, kita akan merasa bebas lepas tanpa beban dalam menjalani hubungan cinta anda.

Usahakan tidak membohongi kekasih anda dan katakan apa adanya sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sekali berbohong maka anda harus membuat kebohongan lainnya untuk menutupinya. Jika telah menikah nanti akan lebih indah jika saling jujur tanpa ada dusta diantara anda dengan dia.

9. Menjaga Emosi

Jangan membalas emosi dengan emosi. Gunakan kesabaran yang tinggi untuk meredam amarah si dia. Ungkapkan anda tidak suka jika dia marah membabi-buta. Jika si dia melakukan kesalahan atau kebohongan pun jangan sampai emosi anda meledak-ledak. Tetap tenang dan gunakan akal sehat dalam menjalani suatu masalah. Berbicaralah baik-baik dan lembut namun tegas dalam menyikapi sesuatu karena emosi terkadang sifatnya hanya sementara. Emosi yang saling beradu sangat berbahaya dalam menjaga hubungan agar tidak putus cinta.

10. Selesaikan Masalah Yang Ada Secepatnya

Jangan menunda-nunda untuk mencari pemecahan dari masalah yang timbul. Jika keadaan dibuat mengambang terlalu lama maka bisa jadi si dia akan berpaling dari anda dan menjalin cinta yang lain. Sedapat mungkin hubungan yang terjalin dapat kembali mesra seperti sedia kala setelah masalah terselesaikan.

11. Selalu Setia

Hal yang sangat penting adalah menjaga kepercayaan si doi. Jika anda ketahuan pacaran lagi dengan orang lain maka hancurlah hati si dia jika mengetahuinya. Jangan pernah menduakan cinta anda, karena itu sangat membahayakan hubungan anda dengan pacar anda.

12. Seimbang / Tidak Ada Dominasi

Jangan sampai hubungan yang berjalan menjadi kurang nyaman karena yang satu dianggap atau menganggap dirinya lebih dewasa, lebih pintar, lebih kaya, dan sebagainya. Buatlah diri anda dengan dirinya seimbang satu sama lain tanpa perbedaan. Keadaan yang seimbang antara pria dan wanita seperti teman akan sangat menyenangkan daripada yang satu harus selalu menuruti kemauan salah satu pihak terus menerus seperti pembantu.

13. Lakukan Hal-Hal Yang Menyenangkan

Sesuatu yang membuat anda berdua senang tidaklah harus yang berharga mahal. Mungkin dengan belanja bersama ke pusat perbelanjaan, jalan-jalan naik motor berdua atau duduk berdua di bangku taman yang gratis dapat menyenangkan kedua belah pihak. Nikmatilah masa-masa pacaran anda yang indah agar tidak menyesal nantinya ketika menikah.

- Semoga kisah cinta anda berdoa dengan pacar selalu lancar aman terkendali hingga jenjang pernikahan yang suci dan sakral.

----

Tambahan :
Jika anda tidak mencintai pacar anda atau justru membencinya maka bicaralah baik-baik untuk mencari jalan keluar atau solusi terbaik mengenai hubungan anda. Jika hubungan cinta anda tersebut hanya membuat anda menderita, maka jangan buang waktu anda dan segera cari orang yang benar-benar anda cintai setulus hati dan orang itu juga mencintai anda.

Kamis, 10 Februari 2011

[ KASIH  ISLAMI KASIH SEPANJANG  JALAN ]
Di stasiun kereta api bawah tanah Tokyo, aku merapatkan mantel wol tebalku erat-erat. Pukul 5 pagi. Musim dingin yang hebat. Udara terasa beku mengigit. Januari ini memang terasa lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya. Di luar salju masih turun dengan lebat sejak kemarin. Tokyo tahun ini terselimuti salju tebal, memutihkan segenap pemandangan.
Stasiun yang selalu ramai ini agak sepi karena hari masih pagi. Ada seorang kakek tua di ujung kursi, melenggut menahan kantuk. Aku melangkah perlahan ke arah mesin minuman. Sesaat setelah sekeping uang logam aku masukkan, sekaleng capucino hangat berpindah ke tanganku. Kopi itu sejenak menghangatkan tubuhku, tapi tak lama karena ketika tanganku menyentuh kartu pos di saku mantel, kembali aku berdebar.
Tiga hari yang lalu kartu pos ini tiba di apartemenku. Tidak banyak beritanya, hanya sebuah pesan singkat yang dikirim adikku, "Ibu sakit keras dan ingin sekali bertemu kakak. Kalau kakak tidak ingin menyesal, pulanglah meski sebentar, kakc". Aku mengeluh perlahan membuang sesal yang bertumpuk di dada. Kartu pos ini dikirim Asih setelah beberapa kali ia menelponku tapi aku tak begitu menggubris ceritanya. Mungkin ia bosan, hingga akhirnya hanya kartu ini yang dikirimnya. Ah, waktu seperti bergerak lamban, aku ingin segera tiba di rumah, tiba-tiba rinduku pada ibu tak tertahan. Tuhan, beri aku waktu, aku tak ingin menyesalc
Sebenarnya aku sendiri masih tak punya waktu untuk pulang. Kesibukanku bekerja di sebuah perusahaan swasta di kawasan Yokohama, ditambah lagi mengurus dua puteri remajaku, membuat aku seperti tenggelam dalam kesibukan di negeri sakura ini. Inipun aku pulang setelah kemarin menyelesaikan sedikit urusan pekerjaan di Tokyo. Lagi-lagi urusan pekerjaan.
Sudah hampir dua puluh tahun aku menetap di Jepang. Tepatnya sejak aku menikah dengan Emura, pria Jepang yang aku kenal di Yogyakarta, kota kelahiranku. Pada saat itu Emura sendiri memang sedang di Yogya dalam rangka urusan kerjanya. Setahun setelah perkenalan itu, kami menikah.
Masih tergambar jelas dalam ingatanku wajah ibu yang menjadi murung ketika aku mengungkapkan rencana pernikahan itu. Ibu meragukan kebahagiaanku kelak menikah dengan pria asing ini. Karena tentu saja begitu banyak perbedaan budaya yang ada diantara kami, dan tentu saja ibu sedih karena aku harus berpisah dengan keluarga untuk mengikuti Emura. Saat itu aku berkeras dan tak terlalu menggubris kekhawatiran ibu.
Pada akhirnya memang benar kata ibu, tidak mudah menjadi istri orang asing. Di awal pernikahan begitu banyak pengorbanan yang harus aku keluarkan dalam rangka adaptasi, demi keutuhan rumah tangga. Hampir saja biduk rumah tangga tak bisa kami pertahankan. Ketika semua hampir karam, Ibu banyak membantu kami dengan nasehat-nasehatnya. Akhirnya kami memang bisa sejalan. Emura juga pada dasarnya baik dan penyayang, tidak banyak tuntutan.
Namun ada satu kecemasan ibu yang tak terelakkan, perpisahan. Sejak menikah aku mengikuti Emura ke negaranya. Aku sendiri memang sangat kesepian diawal masa jauh dari keluarga, terutama ibu, tapi kesibukan mengurus rumah tangga mengalihkan perasaanku. Ketika anak-anak beranjak remaja, aku juga mulai bekerja untuk membunuh waktu.
Aku tersentak ketika mendengar pemberitahuan keretaNarita Expres yang aku tunggu akan segera tiba. Waktu seperti terus memburu, sementara dingin semakin membuatku menggigil. Sesaat setelah melompat ke dalam kereta aku bernafas lega. Udara hangat dalam kereta mencairkan sedikit kedinginanku. Tidak semua kursi terisi di kereta ini dan hampir semua penumpang terlihat tidur. Setelah menemukan nomor kursi dan melonggarkan ikatan syal tebal yang melilit di leher, aku merebahkan tubuh yang penat dan berharap bisa tidur sejenak seperti mereka. Tapi ternyata tidak, kenangan masa lalu yang terputus tadi mendadak kembali berputar dalam ingatanku.
Ibu..ya betapa kusadari kini sudah hampir empat tahun aku tak bertemu dengannya. Di tengah kesibukan, waktu terasa cepat sekali berputar. Terakhir ketika aku pulang menemani puteriku, Rikako dan Yuka, liburan musim panas. Hanya dua minggu di sana, itupun aku masih disibukkan dengan urusan kantor yang cabangnya ada di Jakarta. Selama ini aku pikir ibu cukup bahagia dengan uang kiriman ku yang teratur setiap bulan. Selama ini aku pikir materi cukup untuk menggantikan semuanya. Mendadak mataku terasa panas, ada perih yang menyesakkan dadaku. "Aku pulang bu, maafkan keteledoranku selama inic" bisikku perlahan.
Cahaya matahari pagi meremang. Kereta api yang melesat cepat seperti peluru ini masih terasa lamban untukku. Betapa masih jauh jarak yang terentang. Aku menatap ke luar. Salju yang masih saja turun menghalangi pandanganku. Tumpukan salju memutihkan segenap penjuru. Tiba-tiba aku teringat Yuka puteri sulungku yang duduk di bangku SMA kelas dua. Bisa dikatakan ia tak berbeda dengan remaja lainnya di Jepang ini. Meski tak terjerumus sepenuhnya pada kehidupan bebas remaja kota besar, tapi Yuka sangat ekspresif dan semaunya. Tak jarang kami berbeda pendapat tentang banyak hal, tentang norma-norma pergaulan atau bagaimana sopan santun terhadap orang tua.
Aku sering protes kalau Yuka pergi lama dengan teman-temannya tanpa idzin padaku atau papanya. Karena aku dibuat menderita dan gelisah tak karuan dibuatnya. Terus terang kehidupan remaja Jepang yang kian bebas membuatku khawatir sekali. Tapi menurut Yuka hal itu biasa, pamit atau selalu lapor padaku dimana dia berada, menurutnya membuat ia stres saja. Ia ingin aku mempercayainya dan memberikan kebebasan padanya. Menurutnya ia akan menjaga diri dengan sebaik-baiknya. Untuk menghindari pertengkaran semakin hebat, aku mengalah meski akhirnya sering memendam gelisah.
Riko juga begitu, sering ia tak menggubris nasehatku, asyik dengan urusan sekolah dan teman-temannya. Papanya tak banyak komentar. Dia sempat bilang mungkin itu karena kesalahanku juga yang kurang menyediakan waktu buat mereka karena kesibukan bekerja. Mereka jadi seperti tidak membutuhkan mamanya. Tapi aku berdalih justru aku bekerja karena sepi di rumah akibat anak-anak yang berangkat dewasa dan jarang di rumah. Dulupun aku bekerja ketika si bungsu Riko telah menamatkan SD nya. Namun memang dalam hati ku akui, aku kurang bisa membagi waktu antara kerja dan keluarga.
Melihat anak-anak yang cenderung semaunya, aku frustasi juga, tapi akhirnya aku alihkan dengan semakin menenggelamkan diri dalam kesibukan kerja. Aku jadi teringat masa remajaku. Betapa ku ingat kini, diantara ke lima anak ibu, hanya aku yang paling sering tidak mengikuti anjurannya. Aku menyesal. Sekarang aku bisa merasakan bagaimana perasaan ibu ketika aku mengabaikan kata-katanya, tentu sama dengan sedih yang aku rasakan ketika Yuka jatau Riko juga sering mengabaikanku. Sekarang aku menyadari dan menyesali semuanya. Tentu sikap kedua puteri ku adalah peringatan yang Allah berikan atas keteledoranku dimasa lalu. Aku ingin mencium tangan ibu....
Di luar salju semakin tebal, semakin aku tak bisa melihat pemandangan, semua menjadi kabur tersaput butiran salju yang putih. Juga semakin kabur oleh rinai air mataku. Tergambar lagi dalam benakku, saat setiap sore ibu mengingatkan kami kalau tidak pergi mengaji ke surau. Ibu sendiri sangat taat beribadah. Melihat ibu khusu' tahajud di tengah malam atau berkali-kali mengkhatamkan alqur'an adalah pemandangan biasa buatku. Ah..teringat ibu semakin tak tahan aku menanggung rindu. Entah sudah berapa kali kutengok arloji dipergelangan tangan.
Akhirnya setelah menyelesaikan semua urusanboarding-pass di bandara Narita, aku harus bersabar lagi di pesawat. Tujuh jam perjalanan bukan waktu yang sebentar buat yang sedang memburu waktu seperti aku. Senyum ibu seperti terus mengikutiku.Syukurlah, Window-seat, no smoking area, membuat aku sedikit bernafas lega, paling tidak untuk menutupi kegelisahanku pada penumpang lain dan untuk berdzikir menghapus sesak yang memenuhi dada. Melayang-layang di atas samudera fasifik sambil berdzikir memohon ampunan-Nya membuat aku sedikit tenang. Gumpalan awan putih di luar seperti gumpalan-gumpalan rindu pada ibu.
Yogya belum banyak berubah. Semuanya masih seperti dulu ketika terakhir aku meninggalkannya. Kembali ke Yogya seperti kembali ke masa lalu. Kota ini memendam semua kenanganku. Melewati jalan-jalan yang dulu selalu aku lalui, seperti menarikku ke masa-masa silam itu. Kota ini telah membesarkanku, maka tak terbilang banyaknya kenangan didalamnya. Terutama kenangan-kenangan manis bersama ibu yang selalu mewarnai semua hari-hariku. Teringat itu, semakin tak sabar aku untuk bertemu ibu.
Rumah berhalaman besar itu seperti tidak lapuk dimakan waktu, rasanya masih seperti ketika aku kecil dan berlari-lari diantara tanaman-tanaman itu, tentu karena selama ini ibu rajin merawatnya. Namun ada satu yang berubah, ibu...
Wajah ibu masih teduh dan bijak seperti dulu, meski usia telah senja tapi ibu tidak terlihat tua, hanya saja ibu terbaring lemah tidak berdaya, tidak sesegar biasanya. Aku berlutut disisi pembaringannya, "Ibu...Rini datang, bu..", gemetar bibirku memanggilnya. Ku raih tangan ibu perlahan dan mendekapnya didadaku. Ketika kucium tangannya, butiran air mataku membasahinya. Perlahan mata ibu terbuka dan senyum ibu, senyum yang aku rindu itu, mengukir di wajahnya. Setelah itu entah berapa lama kami berpelukan melepas rindu. Ibu mengusap rambutku, pipinya basah oleh air mata. Dari matanya aku tahu ibu juga menyimpan derita yang sama, rindu pada anaknya yang telah sekian lama tidak berjumpa. "Maafkan Rini, Bu.." ucapku berkali-kali, betapa kini aku menyadari semua kekeliruanku selama ini.
***